Kamis, 01 Oktober 2015

Lelaki Moge dan Burung raksasa

  " Siapa laki-laki bermoge dengan burung raksasa di bahunya itu ya? " bergumam aku dalam hati. Dari kejauhan aku terus memperhatikan kerumunan orang-orang yang menonton laki-laki dan burung raksasa yang bertengger jinak di bahu kirinya. Ku pelankan laju motor matic ku, kucari posisi parkiran yang agak jauh, sengaja menjauhi orang-orang yg mengerubungi laki-laki dan burung raksasa itu. Aku tak ingin orang-orang jadi tau bahwa aku juga ikut jadi penonton seperti mereka. Ku atur posisi kaca spion motorku, agar bayangan laki-laki bermoge dan burung peliharaannya itu jelas tertangkap di kaca spion motorku. "Hmmm... siapa laki-laki ini ya? sepertinya warga pendatang baru, ataukah mantan gerilyawan dari swedia, secara dia muncul dari arah rumah besar berbendera merah garis hitam Gampong punge blang cut " aku membatin sendiri di tepi jalan. Laki-laki itu berperawakan tinggi besar, berjenggot, brewok penuh di wajahnya. Dia memakai jeans belel, berkaos putih rada-rada buluk, dan menggunakan topi cowboy ala Alpacino. Entah apa yang dia jelaskan pada orang-orang yang mengerubunginya. Aku menebak mungkin dia menjelaskan tentang burung raksasa jenis kakak tua peliharaannya yang berparuh runcing, berbulu putih. "Apa dia tidak takut terjerat pasal UU perlindungan hewan langka? ah... akupun tak hafal satupun bunyi pasal UU tersebut" aku tersenyum sendiri, sebab hanya tiga jenis UU yang sebagian masih bisa ku hafal, UU perkawinan, pasal 29 ayat 1 UUD 1945 dan baru baru ini aku mulai menghafal UU Pers. Kucoba merogoh kantong bajuku, berharap di sana kutemukan android jadulku, tujuan akhir adalah memotret diam-diam lelaki bermoge jenis CB kuno dan burung raksasanya. "Aduh.... emang penyakit lupa ini sudah bersenyawa denganku, androidku ternyata lupa kubawa serta, hilanglah kesempatan mengabadikan objek foto yang keren ini" sesalku dalam hati. Beberapa orang yang lalu lalang di hadapanku, mulai menatapku aneh, pikir mereka "ngapain ibu big beautiful ini menatap jauh ke dalam kaca spion motornya" Duuuh... dari pada bertambah grogi karena ketahuan habis mengintai, mending lanjutin perjalanan pulang, tancap gas gak berani lihat kanan kiri.